Lima Buku Yang Membentuk Diri Saya (Bagian 1 dari Sekian)

4. Cashflow Quadrant, 1998 (Robert T. Kiyosaki)

Lahir dan dibesarkan di keluarga besar yang mayoritas employee membuat saya pun terprogram untuk bercita-cita lulus kuliah dengan IPK bagus terus kerja sampai pensiun. Ironisnya, buku ini saya beli dan baca ketika sudah menyelesaikan kuliah kelas dan sedang mengawali tugas akhir/skripsi. Buku ini terpilih untuk menemani waktu itu saya sedang pemetaan geologi di Cepu, Bojonegoro. Walhasil, dari yang semula semangat lulus cepat untuk segera jadi pekerja atau istilanya sekrup kapitalis menjadi ingin terjun ke quadran B atau I. Bisa dibilang, buku ini mendemotivasi kuliah. Haha..

Buku ini mengkategorikan cara mendapatkan uang: Karyawan, Wiraswasta, Pemilik bisnis, atau Investor. Masing-masing dari empat kategori, atau kuadran ini, memiliki kekuatan, kelemahan, dan karakteristiknya. Jargon dari buku ini yang menshifting life planning saya waktu itu yaitu FINANCIAL FREEDOM. Dan buku ini adalah all about it.

5. Zero to One, 2014 (Peter Thiel)

Tahun 2015 adalah periode saya tertarik dengan dunia tech-startup. Meski baru setahun kemudian mencelupkan sebentar di dunia itu. (tapi kemudian ga tahan, karena mentalitas dan realitas tidak fit saat itu). Waktu itu, saya tertarik dengan fenomena Uber dan Gojek. Melengkapi beberapa buku tentang disrupsi yang terbaca di periode itu: Grownup Digital dan Wikinomics. Sempat pula create sebuah event organizer untuk nantinya dilink-kan dengan sebuah aplikasi ticketing online.

Buku Zero to One – Peter Thiel

Buku ini terbeli untuk menjawab rasa penasaran apa dan bagaimana sebuah tech-start up was supposed to be. Dan buku ini menjawab itu secara filosofi dan fundamental. Buku ini menjaga motivasi saya pribadi untuk suatu saat terjun ke kuadran B dan I, sesuai bacaan buku nomor 4 di atas. Menjaga dan

Jika kita ingin membuat startup yang tidak hanya meningkatkan/memperbaiki tetapi juga mengubah dunia secara drastis, Anda harus beralih dari NOL KE SATU bukan satu ke banyak. Anda hanya dapat melakukannya dengan mempertanyakan secara kritis banyak asumsi yang Anda pegang tentang masa kini. Bisakah manusia hidup di bulan? Mungkinkah dunia tanpa mobil mungkin? Akankah kita dapat sepenuhnya hidup dari energi terbarukan? Ini adalah jenis pertanyaan outbox yang harus Anda perhatikan jika kita ingin menang besar. Jadi, mindset yang dibangun bukanlah pakem kuno : start from small – improve – iterate. Namun mindset start straight for the top (vertical progress) – zero to one – monopoli. Contoh riilnya adalah ketika Apple datang dengan iPhone pada tahun 2007 dan mengubah cara umat manusia melihat dan menggunakan telepon secara drastis.

Idealnya, setelah rampungkan buku ini dan termotivasi, lanjut baca referensi untuk tataran teknis dan praktikalnya, yaitu buku Startuppedia dan Lean Startup. Yang pertama menjelaskan kerangka suatu startup, yang kedua menjelaskan proses produksi suatu startup. Go buy them all, guys!

Hits: 5

Leave a reply:

Your email address will not be published.

Site Footer