Ketika Geologist dan Mine Engineer Ekskursi ke Bursa Efek

Gedung Bursa Efek Indonesia

Setahun terakhir ini benar-benar tahun finansial bagi saya pribadi. Beberapa financial milestone terukir (Halah, lebay bahasanya!). Kemarin Kamis, 4 Juni 2015, saya mengunjungi Gedung Bursa Efek Indonesia untuk mengikuti Sekolah Pasar Modal (level 1).

Kunjungan itu adalah undangan dari pihak BEI kepada Ikatan Ahli Geologi IndonesiaMasyarakat Geologi Ekonomi Indonesia dan PERHAPI, sebagai kelanjutan dari kerja sama IAGI-PERHAPI dengan BEI pada 11 Desember 2014. BEI menggandeng IAGI dan PERHAPI dalam rangka dua hal yaitu:

  1. pencatatan saham yang diterbitkan oleh perusahaan pertambangan mineral dan batubara. BEI secara resmi menunjuk IAGI dan PERHAPI sebagai pihak independen dalam menilai, mengevaluasi dan memonitoring emiten-emiten pertambangan dari sisi kompetensi teknis.
  2. pengembangan industri pertambangan mineral dan batubara di pasar modal Indonesia.

Di point nomor 2, BEI proaktif mengedukasi masyarakat, dalam hal ini mengundang stakeholder IAGI dan PERHAPI, tentang dunia pasar modal, melalui program rutinnya Sekolah Pasar Modal (SPM). Ketika SPM ini ditawarkan ke anggota IAGI-MGEI via milis economicgeology, hanya dalam waktu 2 jam kuota 30 orang terpenuhi. Untung saya masih sempat register japri ke sekretariat langsung. Rupanya para geologist sangat antusias terhadap pasar modal, tidak hanya pada singkapan batu! 🙂

BEI_01
Hall of Fame: Direksi Bursa Efek Indonesia

Pada hari H, saya datang sejam sebelum acara mulai. Selain karena habit ontime, saya merasa perlu untuk muter-muter BEI sebelum acara dimulai. Stay hungry stay foolish, kata Steve Jobs. Alhasil, saya bisa menjelajah galeri BEI. Satu yang menarik perhatian saya adalah papan hall of fame, memuat direksi PT BEI dari masa ke masa. Ternyata, ada seorang geologist yang penah menahkodai bursa efek ini, yaitu Dr. Cyril Noerhadi, periode 1996-1999. Saya jadi teringat waktu ospek himpunan GEA 2001, waktu itu senior memamerkan GEA-GEA “papan atas”, salah satunya Direktur Utama BEI tersebut. Beliau GEA angkatan 1979, malang melintang di dunia industri keuangan plus melanjutkan studi MBa di University of Houston. Pantes lah!

Masih menunggu jam 09.00, saya ngopi di kafe sebelah bersama rombongan anggota PERHAPI (karena belum ada anggota IAGI yang datang!). Anak-anak muda, angkatan 90-an mendominasi, mantap! Beberapa kabar update dunia pertambangan sempat dibahas, salah satunya pemecatan engineer dan geologist di beberapa konsultan dan perusahaan tambang.

Kelas dimulai pukul 09.05, dibuka oleh Ibu Ira Shintiya Rahayu, staf marketing PT BEI. Lalu disambung dengan sambutan perwakilan IAGI dan PERHAPI, dalam hal ini Pak Iwan Munadjat. Beliau me-refresh kembali hubungan baik IAGI (MGEI) PERHAPI dan BEI dengan beberapa milestone-nya dan memvitalisasinya agar terjalin hubungan timbal balik yang menguntungkan kedua belah pihak.

Materi pertama tentang dasar-dasar pasar modal. Istilah-istilah dasar finansial dan pasar modal serta payung-payung hukumnya diperkenalkan. Well, lumayan, menggenapi puzzle fondasi pengetahuan saya tentang itu, setelah sebelumnya hanya otodidak di depan laptop, di depan Bloomberg TV, dan pameran finansial.

Materi kedua tentang kepemilikan sekuritas dari PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI). Lucky me, di ujung materi saya mendapatkan doorprize pisau Macgyver karena sudah memiliki kartu AKSes, yang saya miliki sejak awal berinvestasi di portofolio reksadana sebelum berbasah-basah juga di saham (baca: Start Investasi Reksadana, Bismillah!). Sstt, ternyata hanya kurang dari 5 dari 40 orang yang hadir pernah berinvestasi di bursa efek!

Makan siang adalah networking time! Saatnya berkenalan dan mengobrol dengan banyak orang. Lumayan untuk menambah koleksi kartu nama serta memupuk network yang sudah ada.
BEI_02
Setelah lunch break, materinya adalah dari salah satu broker atau agen. Yang terpilih adalah Danareksa. Ssttt.. saya baru tahu kalau Danareksa itu BUMN. Petugas marketingnya memaparkan tentang investasi saham dan pengalamannya serta diselipi promosi produknya. Nothing special di materi ini. Apalagi dia di awal mengatakan bahwa Danareksa bukan broker terbaik, termasuk untuk urusan IT dan fee-nya, malah membocorkan bahwa yang terbaik nomor 2 adalah broker yang saya sudah pakai selama ini. Nah! Ada beberapa misleading dan misconcept dalam pemaparannya, seperti peran Manajer Investasi dalam membeli saham (OMG!?!) dan jenis reksadana yang katanya sangat banyak (lha wong cuma 4!). (Baca: Cara Memilih Reksadana)

Well, secara keseluruhan ajang ini berguna untuk saya pribadi dan rekan-rekan IAGI PERHAPI. Ke depan diharapkan sinergi yang lebih dalam lagi antara BEI dan IAGI PERHAPI sebagai organisasi profesional. Pun juga diharapkan bahwa semakin banyak perusahaan pertambangan, khususnya yang masih fasa studi kelayakan (eksplorasi lanjut), berani maju dan membuka diri dengan melantai atau ber-IPO (initial public offering) di bursa saham setelah mengikuti regulasi yang baru tersebut, yaitu kepemilikan status Ijin Usaha Pertambangan Operasi Produksi dari Kementrian ESDM (tentunya harus sudah lolos studi kelayakan dan AMDAL). Regulasi ini melunak, setelah sebelumnya BEI mewajibkan perusahaan pertambangan yang boleh listing adalah hanya yang sudah melakukan penjualan hasil produksi.

Beberapa pekan sebelum ini, dunia pertambangan ramai membicarakan PT Merdeka Copper Gold Tbk sebagai perusahaan pertambangan non-operasional pertama yang IPO. Sebelum ini, perusahaan pertambangan eksplorasi di Indonesia hanya bisa menangguk modal di bursa efek Australia, Kanada, dan lain-lain. Sekarang bisa bermain di kandang sendiri. Semoga banyak perusahaan yang menyusul IPO!

Salut untuk IAGI (MGEI) dan PERHAPI yang sudah berjuang untuk itu!

Silakan berkomentar :

Sliding Sidebar

Geosphere

%d bloggers like this: