Skandal Busang: Penipuan dalam Pertambangan Terbesar Dalam Sejarah RI

“What most people are now realizing is that Bre-X has made one of the great gold discoveries of our generation”, Egizio Bianchini (analis emas kenamaan Kanada, pada 1996)

Bre-X adalah perusahaan pertambangan, seperti halnya Freeport dan Newmont, berasal dari Kanada, yang beroperasi di hampir seluruh dunia, termasuk Indonesia. Usianya masih terhitung muda saat itu, yaitu didirikan pada 1989 oleh David Walsh, sebagai anak perusahaan Bresea Resources Ltd.

Pada 1993, Walsh dan geologistnya John Felderhof blusukan di pedalaman Kalimantan, Sungai Busang untuk melakukan eksplorasi mineral dengan target emas. Singkat kata, lalu Bre-X mendapatkan ijin Pemerintah RI untuk mengeksplorasi area tersebut dan pada 1994 mereka sudah sampai di tahap drilling atau pengeboran untuk menindaklanjuti temuan-temuan geologi yang menarik di permukaan. Namun hasilnya mengecewakan, yaitu core hasil pengeboran tidak menunjukkan kadar emas yang tinggi. Tentunya, proyek ini terancam di-terminate oleh perusahaan.

Lokasi Proyek Busang, Kutai Timur, Kalimantan Timur
Lokasi Proyek Busang, Kutai Timur, Kalimantan Timur. Simbol “bintang” menunjukkan prospek-prospek sumberdaya emas-tembaga-perak yang lainnya

Adalah Michael de Guzman, Manajer Proyek tersebut yang merupakan warga Filipina, yang mengakalinya dengan salting, atau menaburkan bubuk emas ke dalam sampel core. Konon, emas tersebut awalnya berasal dari cincin pernikahannya. Namun, dalam 2.5 tahun berikutnya, praktik salting ini bersumber dari emas hasil ayakan penduduk lokal yang dibeli senilai total $61.000. Cerdasnya, dia mengukur dengan cermat kadar emasnya, berikut rasionya terhadap batuan secara geological logic, yaitu sekitar 1-3 gram/ton sehingga tidak menimbulkan kecurigaan yang berlebihan. Tujuannya adalah agar proyek tetap berjalan.

A: Mas Gayuh, kadar emas 1-3 gram/ton batuan bukannya kecil sekali ya? Artinya dalam 1 ton batu cuma mengandung 1-3 gram emas kan?

G: Yup benar! Justru itu yg dicari exploration geologist! Grassberg-nya Freeport dan Batu Hijau-nya Newmont itu rata-rata 1 gram/ton lho, tapi total cadangannya 2000 ton dan 400 ton emas. Bandingkan dengan 27 gram/ton-nya Pongkor-Antam yang total “hanya” 90 ton emasnya.

Seperti halnya perusahaan eksplorasi lainnya, mereka melaporkan ”discovery” ini kepada umum, termasuk kalangan industri, ahli, dan pemerintah. Pastinya, harga saham perusahaan di bursa beranjak naik, dari awalnya di 1994 senilai sekian sen dollar, pada sepanjang 1996 meniti dari $180 (April) dan $286.50 (Mei). Posisi sumberdaya (resource) Busang saat itu 47juta ounces emas. Dan saat itu Lehman Brothers Inc. menyatakan mereka merekomendasikan pemain bursa untuk membeli saham perusahaan yang melakukan “the gold discovery of the century” ini. Di saat harga sahamnya melambung ini, mereka bertiga menjual sebagian kecil kepemilikan sahamnya, senilai $100 juta.

Raksasa pertambangan lain, seperti Barrick Gold (perusahaan tambang emas terbesar di dunia, hingga sekarang),  Placer Dome, Freeport McMoran, dll pun berlomba untuk menguasainya atau setidaknya memperoleh sebagian dari deposit Busang tersebut.

Bre-X miners: (ki-ka) Jerry Alo (metallurgist), John Felderhof (chief geologist), Michael de Guzman dan Cesar Puspos (geologist)
Bre-X miners yang blusukan pada 1997: (ki-ka) Jerry Alo (metallurgist), John Felderhof (chief geologist), Michael de Guzman dan Cesar Puspos (geologist)

Beberapa calon investor dan badan auditor yang mengirimkan geologistnya ke Busang untuk due diligent tersebut menemukan keanehan bahwa emasnya berbentuk free dan rounded. Namun, de Guzman sudah menyiapkan jawabannya yaitu teori “volcanic pool” atau “kolam volkanik”, yang terdengar “masuk akal” secara geological logic saat itu.

Di saat Bre-X mengakselerasi eksplorasi untuk menaikkan angka sumberdayanya, yang waktu itu diklaim 60 juta ounces (1800 ton) emas pada akhir 1996, mereka sempat berkonflik dengan Pemerintah RI hingga akhirnya dicabutnya izin eksplorasi Bre-X. Serunya, hal ini  ditengarai sebagai intrik Pemerintah dan Barrick Gold memperoleh “kue” bagian. Singkat cerita, kemelut itu melibatkan Presiden Suharto dan putranya Sigit Harjojudanto serta tak ketinggalan putrinya, Mbak Tutut (yang digandeng Barrick), Presiden AS George Bush, Kuntoro Mangkusubroto (waktu itu Dirjen Pertambangan), Placer Dome (juga dirangkul Bob Hasan), dan terakhir Freeport (yang dirangkul Bob Hasan waktu itu).

Dan pemenangnya adalah ………..jeng jeng………………….. jutru Bob Hasan dan Freeport yang masuk gelanggang belakangan! (Jadi ingat Bakrie akuisisi KPC, yang datang belakangan yang menang antrian :D). Dan perusahaan Mbak Tutut pun kebagian proyek pembangunan infrastrukturnya. Pimpinan Bre-X Minerals, David G. Walsh mengungkapkan, bahwa pihaknya telah membuat kesepakatan dengan Bob Hasan selaku wakil Indonesia dan Freeport-McMoran Cooper and Gold membentuk Busang Indonesia Gold JV. Komposisi sahamnya 45% dikuasai Bre-X, Bob Hasan melalui dua perusahaan (PT Askatindo Karya Mineral dan PT Amsya Lyna) memiliki 30%, Freeport-McMoran mendapat 15% dan pemerintah hanya kebagian 10%.

OK, lanjut Bre-X mengebor untuk memperbesar portofolio resource mereka. Pada 19 Februari 1997, mereka mengklaim sumberdaya emas mereka 200juta ounces (6000 ton emas, hampir 3x lipat Grassberg Freeport)!

On the other hand, Freeport pun mulai berperan disini karena share mereka. Dimulai dengan pada awal 1997 mereka memverifikasi cadangan (heran juga sih, kenapa ga due diligent dulu di awal) yaitu melakukan twinholes (lubang-lubang bor kembar) di titik Bre-X mengebor sebelumnya (hanya berjarak 1.5 meter dari lubang asli). Batu core pengeboran tersebut dikirim ke laboratorium, dan terkuaklah faktanya, bahwa kadar emasnya jauh di bawah klaim Bre-X sebelumnya.

Ini adalah awal terjun bebasnya harga saham Bre-X di bursa!

Di sini, de Guzman merasa panik (bukan merasa sedih :D). Pada 19 Maret 1997, dalam perjalanannya menemui pihak Freeport dengan helikopter, secara misterius dia jatuh dari ketinggian 260 meter.  Mayatnya baru ditemukan tim SAR 4 hari kemudian dalam keadaan wajah rusak parah dan membusuk di tengah belantara. Adanya surat-surat pesan kematian kepada istri dan temannya membuat investigasi kepolisian mengatakan itu adalah bunuh diri. Nantinya, dalam sebuah wawancara dengan Strait Times Singapura pada 2005, istri de Guzman menyatakan bahwa de Guzman masih hidup karena masih menelepon 6 minggu setelah peristiwa itu. Lalu, pada 14 Februari 2005, ada transfer uang ke rekening istri de Guzman dan sebuah fax terkirim dari Brazil di hari ulang tahun geologist senior tersebut. NAH LOH!

Pada 6 Mei 1997, harga saham Bre-X pun tinggal $0.06 alias 6 sen. Saham yang waktu itu diperebutkan oleh para pensiunan di Kanada dengan pengharapan kucuran pendapatan rutin itu kini tidak berbekas.

‘Kematian’ de Guzman seolah menjadi klimaks skandal Busang. Skandal penipuan di dunia pertambangan yang terbesar yang pernah ada di Indonesia, maupun di dunia. Bursa efek Kanada pun mendapat sorotan dan menjadi bahan tertawaan di antara pelaku bisnis di dunia. Praktek korup dan nepotisme Pemerintah RI waktu itu pun tak luput dari perhatian dunia.

 

Selanjutnya, cerita geologi dibalik Busang dan hikmahnya. Stay tune!

—————–

Sumber: Tempo, Wikipedia, Sebungkah Emas di Kaki Pelangi (Bondan Winarno), dll.

13 comments: On Skandal Busang: Penipuan dalam Pertambangan Terbesar Dalam Sejarah RI

  • Berarti bisa aja yang jatuh dari heli & dah busuk di utan itu bukan de guzman yahh? apa ada hasil investigasi atau test DNA nya gan?
    yang paling lucu adalah bagian anak2nya Suharto yang rebutan kue gan,, ahahahahaha

  • Jenazah de Guzman waktu itu ditemukan tidak seperti jenazah yg jatuh dari 260 meter ketinggian. Plus catatan gigi yg berbeda, dan ketidakcocokan surat pra-kematian yg menuliskan dia menderita hepatitis B sedangkan mayatnya tidak.
    Itu semua terangkum di buku Pak Bondan Winarno (waktu itu wartawan Tempo Group) yg menginvestigasi skandal ini, sampai ke Kanada dan Filipina.

  • Ane yg tadinya cma mau iseng baca ginian, jadi serius baca gan.. Ternyata de guzman pinter juga yaa..
    Tpi sampai skrng publik blm di ksh tau ya gan klo de guzman sbnernya itu msh idup?

  • Udah dari dulu emang kkn gak bisa dihilangkan. Gak heran perusahaan” besar dulu memang licik dalam penipuan, gak kebayang mau di apakan negara ini kalau sudah habis sda ya 🙁 R.I.P

  • Suatu skandal yang berakhir klimaks ya gan, ternyata dari gembar gembor cadangan emas yang katanya berton2 itu hanya akal-akalan de Guzman semata..
    Jadi gimana kabar para miners yang lain gan yang foto berempat sama de Guzman itu?

  • de Guzman-nya diduga kuat bersembunyi di Brazil atau seputaran Amerika Latin. Terbukti dengan transfer uang ke rekening istrinya dari lokasi itu a/n dirinya sendiri.

  • Terus skrng nasibnya Bre-X dan sisa lahan di kaltim gmana gan, ane orng balikpapan kok baru tau yak

  • Butuh sebuah kepemimpinan yg arif untuk mencegah hal itu terjadi kembali.. mudah2an indonesia bisa menjadi investor di negrinya sendir..

  • Diangkat jadi film GOLD (2016)

  • http://lk21.co/gold-2016/15/

    Bisa ditonton pada tautan di atas, skandal ini.

Silakan berkomentar :

Sliding Sidebar

Geosphere

%d bloggers like this: