Welcoming Syifa Carissa Azzahra

Syifa Carissa Azzahra sewaktu baru dibersihkan sebelum IMD
Syifa Carissa Azzahra sewaktu baru dibersihkan sebelum IMD

Alhamdulillah wa syukurillah! Setelah dinanti 9 bulan 12 hari (lewat 2 hari yak!), akhirnya bayi besar (ya besar, karena berbobot 3.91 kg) keluar dari rahim bundanya, di RSIA Tambak pada 25 September 2014 pukul 04.47 WIB (subuh) dengan keadaan sehat, cantik, dan terlihat sedikit kelelahan. Lho kok lelah? Iya mungkin karena dia merasa didorong-dorong sejak pukul 21.00 WIB malamnya, saat bukaan 6. Hampir 8 jam yang dibutuhkan untuk “mendorong” bayi keluar, dengan segala perjuangan bundanya.

Semoga kelak Syifa baca tulisan ini akan mengerti dan merasakan perjuangan bundanya selama 9 bulan 12 hari dan beberapa jam tepat sebelum dia dilahirkan dengan selamat!

Ayahnya yang menungguinya di samping (tepatnya di samping bawah kasur kamar melahirkan) saja merasakan sungguh luar biasa beratnya proses kelahiran bayi ini, apalagi di satu jam terakhir. Masya Allah, wallahu akbar! Respon pertama kami adalah ucapan alhamdulillah dan kagum dengan besarnya badannya, yang diluar prediksi dokter seminggu sebelumnya. Satu lagi, bibirnya seksiii, seperti di 3-D USG di awal bulan ke-8. Hihi..

Setelah bayi lahir, dan telah memastikan kondisi bayi sehat dan selamat, ayahnya langsung bergegas ke musholla kecil di lantai atas untuk sholat shubuh dan bersujud syukur terkhusyu yang pernah dilakoninya.

Selesai sholat Shubuh, ayahnya balik ke ruang operasi dan sempat melihat pemotongan ari-ari. Lanjut, sang ayah mengadzani sang bayi dengan rasa haru, syukur, dan penuh penghayatan di setiap kalimatnya, agar sang bayi senantiasa berada di dalam dekapan kalimat syahadatain untuk meraih kemenangan abadi (hayya ‘alalfalaah). Sementara sang bunda sempat mengobrol dengan dokter spesialis kandungannya, yang ternyata kakak kelas sealmamater dan pernah bertemu waktu koas di RS Persahabatan. Bayi pun langsung ditaruh di dada bundanya untuk inisiasi menyusui dini (IMD). Lucu!! Dia masih tampak lelah meskipun tak henti dia menangis (mungkin menangis bahagia ya, sapa tau?), dan diajari untuk meraih payudara dan puting bundanya.

Semua proses selesai sampai dengan 6.30 WIB dan kami berdua boleh kembali ke kamar tidur di lantai atas. Tak disia-siakan waktu itu untuk tidur setelah semalaman begadang di dinginnya ruang operasi melahirkan, brrr! Jam 12.30 WIB, perawat mengantar bayi tersebut ke kamar kami setelah dilakukan pemandian, pembersihan, dan beberapa pengujian. Keempat eyangnya sudah menanti untuk melihat dan menggendongnya.

Sang Bijak yang menyembuhkan dengan cintanya
Sang Bijak yang menyembuhkan dengan cintanya

Kembali ke malam beberapa jam sebelum kelahiran itu, ayah dan bunda berdiskusi tentang nama lengkap si calon bayi. Dari awal kami sepakat untuk memberikan 3 kata, dimana 2 kata sudah ada sejak awal kehamilan malah, yaitu Syifa (dari ayahnya) yang berarti menyembuhkan dan Azzahra (dari bundanya) yang berarti denotasi bunga yang sedang mekar dan arti konotasi “sang bijak” (diambil dari julukan nama anak perempuan Nabi Muhammad SAW, Fathimah Azzahra). Malam itu, diskusi mengerucut ke nama tengah yang disepakati bukan berasal dari bahasa arab seperti nama depan dan belakangnya. Ada beberapa alternatif dari bahasa Yunani yang diusulkan bundanya sejak 2 hari sebelumnya, yaitu: Callista, Carissa, Galena, dan satu lagi lupa. Akhirnya kami sepakat Carissa. Jadi lengkapnya: SYIFA CARISSA AZZAHRA. Arti lengkap dari nama tersebut adalah Sang Bijak yang menyembuhkan dengan cintanya.  Kami berharap bahwa kehadiran Syifa ke dunia akan membawa kebaikan (kesembuhan) untuk umat manusia dengan rasa cinta tulusnya. Secara pribadi, sang ayah berharap besar bahwa Syifa kelak (insyaAllah, jika Allah SWT menghendaki demikian) akan mampu menyembuhkan penyakit-penyakit yang belum ditemukan obatnya di dunia sekarang ini, seperti Ebola, AIDS, dll. Ataupun kelak dia mampu menemukan vaksin yang halal untuk penyakit-penyakit karena selama ini sering dijumpai vaksin yang tidak halal sehingga umat Islam menjadi bingung dan ragu untuk menggunakannya. Kemampuan ini yang akan menganugerahkan amal jariyah tiada terputus kepada orang tuanya sampai akhir jaman. Aamiin ya robbal ‘aalamiin!

Selamat datang, Syifa Carissa Azzahra!

 

Build me a daughter, Ya Allah, who will be strong enough to know when she is weak; and brave enough to face herself when she is afraid; one who will be pround and unbending in honest defeat and humble and gentle in victory.

Build me a daughter whose wishes will not take the place of deeds; a son who will know Thee — and that to know herself is the foundation stone of knowledge.

Lead her, I pray, not in the path of ease and comfort, but under the stress and spur of difficulties and challenge. Here let her learn to stand up in the storm; here let her learn compassion for those who fail.

Build me a daughter whose heart will be clear, whose goal will be high, a daughter who will master herself before she seeks to master other men, one who will reach into the future, yet never forget the past.

And after all these things are hers, add, I pray, give her humility, so that she may always remember the simplicity of true greatness, the open mind of true wisdom, and the meekness of true strength.

Then I, his father, will dare to whisper, “I have not lived in vain!”

(diedit dari Puisi Jendral MacArthur – AS – kepada anaknya)

One comment: On Welcoming Syifa Carissa Azzahra

Silakan berkomentar :

Sliding Sidebar

Geosphere

%d bloggers like this: