Menambang Dasar Lautan (1)

Faktanya, penambangan di permukaan (daratan) semakin (diper-) sulit. Tumpang tindih regulasi pusat vs daerah, tumpang tindih kawasan antar Kementrian (di KP Batubara boleh didirikan pengeboran CBM :D), demonstrasi warga akibat kipasan LSM yang penghisap uang kepentingan, dan masih segunung masalah lain berdampak melambatnya pasokan komoditas global.

Catat, saya tidak menganggap aturan Hililirasi Pertambangan sebagai faktor penyulit industri pertambangan. Stop keruk-jual! Nilai tambah komoditas tambang itu harga mati RI!

Di sisi lain, pesatnya kemajuan teknologi dan kenaikan harga komoditas logam pada level yang tidak bisa diprediksi sebelumnya menjadikan dasar laut sebagai lahan baru yang sangat cerah untuk diekstrak! Dengan tidak adanya kendala-kendala di atas, bisa jadi penambangan dasar laut menjadi lebih ekonomis kan?! It’s purely about business. Jika harga eksplorasi-produksi terakomodir oleh sumberdaya mineral yang bertonase tinggi dan berkadar tinggi, so why not? 😉

Suatu ketika pun nanti kita diharuskan menambang laut. Kok bisa? Karena bumi kita ini 70% ditutupi lautan. Ditambah lagi jika adanya perlambatan dalam riset-riset geologi eksplorasi mineral lanjut (seperti eksplorasi di lapisan penutup muda) yang menurunkan angka discovey dan juga perlambatan riset tentang teknologi perolehan bijih (ore recovery). Jika praktisi migas berkoar “go deeper“, maka miners bisa berteriak “go to seabed!

Peta Tektonik Global
Peta yang menunjukkan batas lempeng tektonik di dasar laut

Sebenarnya, penambangan laut sudah dilakukan sejak lama. Tentu kita familiar dengan penambangan timah aluvial di kawasan perairan Bangka-Belitung-Singkep (Sabuk Timah Asia Tenggara) sejak 1970-an. Satu lagi, “De Beers” yang menambang intan di lepas pantai Namibia. Namun, semua itu masih di zona marin atau laut dangkal, kedalaman kurang dari 200 meter.

 

Penambangan Dasar Laut

Riset-riset tentang dasar laut, terutama yang melibatkan geologi marin, yang semakin berkembang menunjukkan keterdapatan deposit-deposit (sering diterjemahkan sebagai “cebakan”) sulfida logam berharga dan dasar (precious metal and base metal) seperti emas, perak, tembaga, molibdenit, timbal, seng, dan lain-lain. Hal ini sangat dikontrol oleh aspek geologi, tektonik, dan karakteristik oseanografi-nya. Keterdapatannya sebagian besar pada laut dalam (>2000 meter), berbeda dengan 2 tambang di paragraf sebelumnya. So, teriakan “Go deeper!” juga relevan untuk miner.

 

Mari kita menyelam lebih dalam! 😉

Silakan berkomentar :

Sliding Sidebar

Geosphere

%d bloggers like this: