Evaluasi Resolusi 2013

Hidup kita ini tentunya kita sendiri yang menata, merencanakan, meniti, mengelola, dan mengevaluasinya. Saya kurang menyukai filosofi “hidup seperti air yang mengalir saja, let it flow”. Kalau airnya jatuh ke telaga pegunungan indah dan jernih maka itu keberuntungan, otherwise, air tersebut masuk ke got sempit, bau, dan menggenang di kawasan padat Tanah Abang, maka itu disebut kecelakaan. Jadi, semua harus kita sendiri yang setir, tidak mungkin orang lain yang mengurus dan menunjukkan arah hidup kita! Ayat bertenaga berikut harus kita pedomani:

Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum hingga mereka mengubah keadaannya sendiri. (Ar Ra’du: 11).

Dalam hal merencanakan hidup, salah satu hal yang saya biasa lakukan adalah menetapkan resolusi tahunan, yang mudahnya dideklarasikan di awal tahun dan dilakukan assessment di akhir tahun.

Di tahun 2013 ini, saya pun mendeklarasikan resolusi saya. Kali ini saya berani menuliskannya di lapak terbuka seperti blog ini. Seperti halnya jargon, resolusi 2013 ini disusun menggunakan susunan kata yang mudah diingat, agar mudah juga dievaluasi. Resolusi saya itua dalah APBN, singkatan dari:

A: Akademik

P: Paper

B: Bisnis

N: Nikah

Sedikit rincian dari masing-masing tersebut sbb. “A” kependekan dari Akademik, saya menargetkan tahun ini minimal sudah meraih satu kesempatan melanjutkan Master Program via beasiswa. Target utamanya adalah Australia via AAS atau ADS (Australia Award Scholarship) yang untuk 2014 ini sudah saya kirim aplikasinya 19 Juli 2013 kemarin. Lalu berikutnya saya akan mencoba LPDP punya Departemen Keuangan. Pun saya akan mencoba untuk mencari informasi di seputar korporasi perusahaan yaitu Bakrie Center, barangkali mereka menawarkan program beasiswa untuk pegawainya (yang berprestasi, termasuksaya 🙂 ). Intinya, point “A” masih belum case closed dan accomplished.

Untuk “P”, yaitu paper alias jurnal ilmiah. Semula saya menargetkan dua paper untuk tahun ini yaitu di event PIT IAGI-HAGI 2013 di Medan dan AIG-AUSIMM-IAGI 2013 di Bali 27-29 Mei 2013 kemarin. Untuk yang Bali, Alhamdulillah extended abstract-nya sudah published meski saya tidak berangkat kesana untuk presentasi. Sedangkan untuk event di Medan, sepertinya sudah terlambat karena kesibukan lain di Januari kemarin ketika masa pengiriman abstrak. Namun, beberapa waktu lalu, ada sedikit peluang untuk susulan untuk “special case”. Jadi, separuh tercapai separuh belum.

Point B, yaitu Bisnis. Point ini selalu ada di resolusi tahunan namun memang belum menjadi prioritas untuk dikonduk. Yang terpenting adalah bahwa niat dan keinginan kita untuk berbisnis dan bebas finansial itu harus tetap menyala. Tahun ini, sudah dimulai dengan small-scale consultancy business yaitu pada proyek penambangan bahan galian C di suatu daerah di Jawa Barat. Kompetensi di field geology dan resource estimation bisa diaplikasikan disini, beserta network yang sudah dirajut sangat intensif setahun belakangan. Kedepan, hal ini akan kami (saya dan teman eks-kantor dulu) akan sepakat akan menggarap beberapa area pertambangan yang lain dengan catatan pilot project ini sukses (secara perbankan dan operasional). Satu lagi, saya dan seorang teman akan merambah bisnis Event Organizer atau EO, yang membidani program-program seminar, training, workshop, exhibition, dan sejenisnya khususnya yang terkait sumber daya alam dan energi serta nanti berasosiasi dengan beberapa organisasi yang saya terlibat di dalamnya, yaitu IAGI, MGEI, dan FGMI plus INAGA (sudah ada obrolan tentang exhibition investasi panas bumi dengan seorang teman di luar negeri) dan tidak menutup kemungkinan lainnya.

Terakhir, yaitu Point “N”. Last but not least, ini target utama tahun ini, yaitu Nikah. Di awal tahun, saya sempat menolak halus amanah dari Pak Bronto Sutopo untuk terlibat di kepengurusan MGEI karena ingin fokus menikah (mulai dari menyeleksi calon sampai urusan resepsi tentunya) dan saya sudah terlebih dulu sibuk di kepengurusan IAGI (kesekretariatan dan Majalah Berita IAGI) dan FGMI (Dewan Penasehat dan aktif di beberapa kegiatannya). I don’t intend to tell my whole love story here, however, Alhamdulillah, insyaAllah pada 16 November 2013 Masjid Baiturrahman Kompleks MPR/DPR RI akan menjadi prasasti bisu mitsaqan ghalidzo saya. Dateng ya!

Masjid Baiturrahman MPR/DPR RI

Itu cerita resolusi 2013 saya. Satu-satunya cara yang saya ketahui untuk melaksanakan keempat point itu adalah KERJA KERAS. Meski tidak setiap point resolusi accomplished 100% setiap tahunnya, namun minimal kita sudah melakukan dan ada progress kemajuannya serta kita bisa mengukur batasan pribadi (dan sosial) terhadap resolusi ataupun visi misi jangka panjang kita.

“It does not matter how slowly you go as long as you do not stop.” – #Confucius

Jika teman-teman pembaca ada tulisan tentang resolusi di blognya masing-masing, sila tulis di kolom komentar di bawah ini. Nanti saya kunjungi, guna belajar mengembangkan dan menyempurnakan ide dan wacana baru untuk tahun depan.

2 comments: On Evaluasi Resolusi 2013

Silakan berkomentar :

Sliding Sidebar

Geosphere

%d bloggers like this: