Belajar Dari Habibie

Pernahkah anda mendengar “Teori Habibie, Faktor Habibie, dan Rumus Habibie, dan Prediksi Habibie” yang sangat kondang di dunia rekayasa pesawat? Tahukah anda siapakah Menteri Riset dan Teknologi Indonesia yang mempunyai masa jabatan terlama (1978-1998)? Bagaimana bisa seorang yang bertubuh kecil dan bermata lebar di pundaknya terbebani puluhan jabatan publik?

Dialah Prof. Dr. Ing. Bacharuddin Jusuf Habibie, seorang tokoh yang super sibuk dan penuh warna. Intensitas dan kualitas risetnya di bidang kedirgantaraan ditambah pengabdiannya yang tulus untuk Bangsa Indonesia semakin mengharumkan namanya di dalam nurani masyarakat dari wong cilik sampai para cendikiawan dan kaum elit, dan juga siswa-siswa sekolah yang mengidolakannya. Urusan hidupnya tidak hanya berkutat pada ilmu dan teknologi, akan tetapi meliputi lapangan-lapangan sosial kemanusiaan, politik, umat, dan kebudayaan. Di dirinya, terpancar pesona nasionalis dan agamis yang terwujud dalam kharisma seorang pemimpin sejati.

Bertemu idola, Prof. BJ Habibie

Coba bayangkan, ketika beliau masih menjabat Menristek, ada sekitar 30 jabatan penting yang disandang beliau. Di antara jabatan yang pernah menaiki bahu mungilnya ialah Ketua BPPT, Ketua Puspitek, Ketua BPIS, Dirut PT PAL, Dirut PT PINDAD, Ketua ICMI, Ketua Harian  Dewan Pembina Golkar, Ketua Dewan Penyantun Yayasan Abdi Bangsa, sempat pula menjadi Wakil Presiden dan Presiden RI, dan masih banyak. Segala atribut yang ada pada diri beliau tidak diperoleh dan disandangnya dengan sembarangan dan pada akhirnya mampu dilaksanakan satu persatu dengan baik. Segunung aktivitas yang disertai dengan prestasi pada akhirnya mengundang pula segudang penghargaan dari berbagai institusi maupun negara.

Membicarakan performance seorang BJ Habibie memang tidak ada habisnya. Tetapi yang terpenting adalah bagaimana meneladani dan belajar banyak darinya. Setumpuk jabatan dan prestasi beliau merupakan cerminan keteguhan prinsip dan kerja keras pada dirinya. Karakter tersebut telah terbangun sejak dini yaitu ketika beliau menempuh pendidikan formalnya.

Ketika masih kuliah, mantan mahasiswa Teknik Elektro ITB ini (hanya 6 bulan sebelum mendapat beasiswa dari Departemen Pendidikan dan Kebudayaan untuk meneruskan kuliahnya di “Rheinisch-Westfaclische Technische Hochschule, Jerman Barat) bukan tipe mahasiswa ‘nongkrong’ dan ‘lembek’. Baginya, tidak boleh ada waktu yang terbuang sia-sia. Aktivitas utamanya adalah belajar tekun. IP kelulusannya rata-rata 9,5. Bukan cuma itu, catatan keorganisasiannya juga mengagumkan. Seorang ‘seminaris’ ini adalah seorang anggota pertemuan mahasiswa di Jerman (mewakili mahasiswa muslim), pimpinan ikatan mahasiswa UNESCO, dan ketua Perhimpunan Pelajar Indonesia.

Dari catatan kecil di atas, tampak bahwa seorang mahasiswa bernama Habibie bukanlah seorang kutu buku yang cuek dengan permasalahan sosial kemasyarakatan di sekitarnya. Kesuksesannya kelak dia bangun untuk bangsanya bukan dengan modal ‘dengkul’ dan individualistis. Modal utamanya adalah prinsip dan kerja keras yang membuahkan keoptimalan dan keikhlasan.

***

            Senantiasa belajar dari biografi orang sukses adalah tipikal seorang yang haus akan kesempurnaan kualitas dirinya. Seorang mahasiswa tentunya harus memiliki ‘rasa haus’ ini. Ternyata, untuk menjadi seorang yang sukses harus dibangun dini dan dari bawah. Masa-masa sebagai seorang mahasiswa merupakan era emas bagi masuknya ruang pengembangan diri.

Pada intinya, tugas seorang mahasiswa adalah belajar dan pengabdian, ataupun resultan pencarian ilmunya kelak diejawantahkan untuk pengabdian ke masyarakat. Keterampilan dan kepemimpinan yang dibutuhkan kelak ketika terjun di masyarakat dibina dan dikembangkan seluas-luasnya di lingkup kampus dan sekitarnya. Karakter-karakter positif Habibie yang membawanya ke jenjang kesuksesan berawal dari kampusnya. Waktu-waktu yang dihabiskan Habibie ketika kuliahnya untuk tekun belajar dan berorganisasi berhasil melonggarkan pikirannya bagi masuknya nilai-nilai pengembangan kualitas dan integritas jati dirinya.

Ketajaman otak dan kreativitas Begawan Teknologi ini merupakan hasil dari ketekunannya belajar dan melakukan riset. Hasilnya, sekitar 50 artikel dan makalah di dalam jurnal dan majalah berkaliber internasional dalam berbagai bahasa:  Inggris, Belanda, Jerman, Perancis, Indonesia, dll. Lalu, di dalam dunia perancangan pesawat, para ilmuwan di seluruh dunia sudah mafhum dengan teori dan rumus Habibie dan telah dimasukkan ke dalam standarisasi NATO untuk perancangan pesawat.

Sedangkan ketajaman intuisi problem solving dan leadership-nya tumbuh dari pengalamannya berorganisasi dan kelincahannya di dalam menyikapi hidupnya yang senantiasa super sibuk. Keduanya berpadu serasi dibungkus oleh sebuah kecintaan terhadap bangsanya, membentuk seorang Habibie yang siap diterjunkan ke dalam kubangan masalah dan menggerakkan segala potensi yang ada untuk bersatu keluar dari kubangan itu. Itulah Habibie yang tidak menyukai sistem one man show. Menurutnya, kesuksesan adalah milik bersama, bukan kesuksesan perseorangan.

Adapun mahasiswa yang tampak di permukaan sekarang adalah mahasiwa dengan karakter malas dan cenderung individualis. Kerumunan mahasiswa sering dijumpai di tempat-tempat ‘nongkrong’ sambil melakukan sesuatu yang tiada berguna dan menghabiskan waktu yang banyak. Lalu, sisanya tampak berkutat dengan diktat kuliah dengan harapan lulus dan bisa diserap di kompani-kompani asing dengan imbalan dollar. Padahal, seorang Habibie muda, kepalanya dipenuhi dengan pertanyaan bagaimana saya bisa mengabdikan diri demi bangsa dan agama. Karakter kerja keras dan kerja ikhlas Habibie terbangun dari prinsip tersebut. Ketika negara membutuhkan otak dan energinya, hatinya telah mantap dan siap dengan segala kemampuannya yang telah terbina sejak dini.

Pertanyaannya sekarang, seberapa jauh kesiapan kita jika sekarang bangsa ini membutuhkan kita? Atau mungkin bangsa ini tidak membutuhkan manusia-manusia seperti kita? (Gayuh N. Dwi Putranto/12001049)

 

Pemuda (IZIS: Seruan)
Bangkit tegak bentang cakrawalamu
Tepiskan kemalasan
lepas belenggu dungu
Pemuda
Asah berlatih fikir dan akalmu
Tunjukkan semangat bagai singa tegar membaja 

Ditulis 19 Agustus 2005, di Asrama PPSDMS

One comment: On Belajar Dari Habibie

Silakan berkomentar :

Sliding Sidebar

Geosphere

%d bloggers like this: