Lumpur Lapindo: Dari dan Kembali ke Selat Madura

Polemik tentang mau dikemanakan lumpur Lapindo di Porong akhirnya berujung pada direlokasinya lumpur ke Selat Madura melalui pipa sepanjang 16,05 km (Kompas 23 Agustus 2006).
Lumpur itu diyakini berasal dari Formasi Pucangan, berumur 1,7 ma (juta tahun lalu atau Pliosen Akhir), berupa sedimen laut. Laut ini identik dengan Selat Madura purba, karena Selat Madura pada 1,7 ma masih menjorok ke arah barat sampai dengan Kota Bojonegoro yg sekarang (lihat peta). Termasuk daerah Porong, yang termasuk di dalam Selat Madura ini. Lihat peta! Garis pantai saat itu adalah barat-timur yang membentang dari selatan Bojonegoro-Jombang sampai Perning, Mojokerto lalu ke selatan-tenggara menyusuri garis pantai yang sekarang (Pasuruan-Probolinggo-dst). Sedangkan Selat Madura purba membentang dari Kota Bojonegoro-Babat-Lamongan selatan-Gresik selatan dan Surabaya-Sidoarjo termasuk di dalamnya Porong. Selat Madura saat itu diapit dua tinggian, yaitu Perbukitan Rembang di utara dan Perbukitan Kendeng di selatan.

Peta Jawa Timur pada 1,7 ma (Zaim & Hofman, 2003)
Jadi, lumpur Lapindo merupakan endapan di Selat Madura dan sekarang dikembalikan lagi ke Selat Madura. Dan secara sejarah geologi, lumpur ini tidaklah berbahaya jika dibuang karena dengan lingkungan yang sama, Selat Madura dulunya tidak terkontaminasi limbah, beda dengan sekarang.

One comment: On Lumpur Lapindo: Dari dan Kembali ke Selat Madura

Silakan berkomentar :

Sliding Sidebar

Geosphere

%d bloggers like this: