Krisis Timur Tengah: Rusia Untung, RI Buntung

Memanasnya situasi politik di Middle East beberapa saat lalu, mendatangkan berkah untuk Rusia. Teorinya, setiap kenaikan tensi krisis di Middle East, harga minyak akan turut mengalami kenaikan. Rentetan krisis tersebut dimulai dari agresi pasukan AS plus ke Irak, krisis nuklir Iran, hingga agresi militer Israel ke Palestina dan Libanon.
Tak pelak, selama krisis itu harga minyak dunia kembali melonjak ke kisaran 60-70 dollar per barrel.
Rusia, sebagai salah satu penyuplai minyak terbesar di dunia memperoleh “rezeki nomplok” dari hal itu. Cadangan devisa Rusia melonjak menjadi 277 milyar dollar AS, ketiga terbesar di dunia. Lalu, pekan ini Rusia membayar semua utang pemerintah (mulai dari utang yang terjadi saat masih bernama Uni Sovyet hingga utang yang belum jatuh tempo) senilai 23,7 milyar dollar AS ke beberapa rekening debitor (Kompas 23 agustus 2006).
Itu nasib Rusia. Apa yang terjadi dengan negara ini?
Agaknya, kesalahan kebijakan di bidang migas telah menjadikan negara ini tidak berdaya dengan kekayaan alamnya sendiri. Boro-boro peningkatan devisa, pemerintah malah sempat menaikkan harga jual BBM domestik, yang mengakibatkan lonjakan inflasi yang masih terasa hingga sekarang. Santernya, kenaikan harga BBM domestik akan dikoreksi (baca: dinaikkan) pada triwulan pertama 2007.
Kesalahan dalam menentukan kebijakan di bidang migas ini meliputi perihal regulasi investasi yang investor friendly, sistem perkilangan domestik dan pengolahannya, kerentanan terhadap tekanan negara investor, kelemahan dalam pengawasan yang menyebabkan terjadinya pengapalan migas secara ilegal ke luar negeri, dan lain-lain.
Bagaimana dengan utang pemerintah yang senilai 1300 trilyun itu? Entahlah. Kapan-kapan saja membayarnya. Bangsa ini mungkin terbiasa hidup dengan tangan terikat di bawah tapak sepatu penjajah.

Gayuh ND Putranto, 23 Agustus 2006, 17.25 WIB
* tulisan ini dipicu oleh artikel “Rusia Bayar Semua Utang” di Kompas, 23 Agustus 2006

Silakan berkomentar :

Sliding Sidebar

Geosphere

%d bloggers like this: